Pemasangan papan interpretasi informatif mengenai Menhir Pahoman bersama para pengelola Menhir Pahoman, Rabu (16/07/2025)
desapasirpeuteuy.com – Desa Pasirpeuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menyimpan salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah dan spiritual, yaitu Menhir Pahoman. Menhir Pahoman merupakan peninggalan pra-Islam yang tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Pasirpeuteuy. Kata menhir berasal dari bahasa Keltik, yaitu “men” yang berarti batu dan “hir” yang berarti panjang. Menhir adalah susunan batu tegak yang umumnya digunakan untuk tujuan religius serta memiliki makna simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang.
Lokasi wisata Menhir Pahoman tidak hanya dijadikan tempat ziarah, tetapi juga terdapat mata air yang digunakan untuk keperluan masyarakat setempat. Batu yang berada di mata air ini sering disebut sebagai Nyai Rincik Manik Rencang Emas. Air yang mengalir dari mata air tersebut digunakan untuk mengairi lahan pertanian, keperluan perkebunan, maupun kebutuhan rumah tangga. Para pengunjung juga sering mandi di mata air ini, dan sebagian dari mereka meyakini bahwa air tersebut dapat memberikan keberkahan.
Adapun nama-nama dari tujuh batu menhir yang terdapat di Menhir Pahoman adalah:
1. Ki Buyut Mbah Dalem Pamayungan
2. Ki Buyut Raden Jalu
3. Ki Buyut Jerah Kawasa
4. Ki Buyut Raden Suling
5. Ki Buyut Raden Uluk-Uluk
6. Ki Buyut Panayagan
7. Nyai Rincik Manik Rencang Emas
Tradisi ziarah di Menhir Pahoman memiliki keunikannya tersendiri. Setelah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, para peziarah biasanya akan dituntun untuk duduk membelakangi batu menhir dan memeluk batu tersebut dari belakang. Ada kepercayaan bahwa apabila seseorang mampu memeluk batu hingga kedua tangannya bertemu, maka keinginannya akan tercapai. Kini, Menhir Pahoman telah dikelola dengan baik. Pada awalnya, situs ini ditemukan dalam kondisi tertutup oleh pepohonan dan tumbuhan bawah yang sangat rimbun. Saat ini, akses menuju lokasi menhir telah ditata sehingga lebih mudah dilalui. Jalan masuk kawasan telah dilengkapi dengan area parkir, warung sekitar, serta jalan setapak yang sudah dipasang paving block. Terdapat pula bangunan musala dan pondok untuk beristirahat. Suasana yang sejuk membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di Menhir Pahoman.
Sebagai upaya edukasi dan pelestarian, Tim KKN-T IPB Desa Pasirpeuteuy telah menyelesaikan salah satu program kerja yaitu PANTASI (Papan Interpretasi Informatif). Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan pengunjung terhadap objek-objek konservasi, lingkungan, atau wisata edukatif melalui media papan interpretasi yang menarik dan informatif. Papan interpretasi tidak hanya disajikan dalam bentuk teks, tetapi juga dilengkapi dengan gambar, sehingga informasi yang disampaikan lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengalaman wisata pengunjung menjadi lebih bermakna dan berkesan.



